Pembangunan Jalan Padang Serai-Pasar Ngalam Amburadul
Barlin.ST : Sudah Enam Kali Surati Kontraktor
BENGKULU - Proyek Jalan hotmix Padang Serai-Pasar Ngalam tahun anggaran 2015 lalu melalui Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Bengkulu dengan nilai kontrak Rp.3.838.000.000 yang dilaksanakan oleh PT. PIEU PUTRA AGUNG selaku pemenang lelang, kondisinya rusak parah diduga dalam pelaksanaanya terkesan amburadul.
Dari Hasi pantauan dilapangan beberapa pekan lalu, proyek jalan hotmik tersebut merupakan Paket Pemeliharaan berkala yang bersumber dari dana Alokasi Khusus dan APBD (DAK-APBD) Tahun 2015. Dan dalam pelaksanaanya terkesan amburadul dilihat dari kondisi dilapangan badan jalan sudah hancur dan berlubang.
Sementara itu Barlin.ST selaku Pejabat Penanggungjawab Tehknis Kegiatan Saat di konfirmasi wartawan tabloid ini di ruang kerjanya membenarkan adanya kerusakan pada badan jalan yang dilaksanakanya tahun lalu dan tetap akan memperbaikinya. “Kita akan tetap perbaiki dengan masa pemeliharaan yang ada” , kata Barlin.
Menurut Barlin, bahwa dirinya sudah beberapa kali menyurati pihak kontraktor untuk segera memperbaikinya, bahkan sudah enam kali dirinya mengirimkan surat teguran untuk perbaikan.Tetapi memang kontraktornya sulit sekali untuk dihubungi, sementara kita sangat sekali membutuhkan kontraktor pelaksana untuk perbaikan.
Lanjut Barlin, bukan itu saja dirinya sudah beberpa kali menghubungi kontraktor via Handphone tetap saja HP kontraktornya tidak bisa di hubungi lagi. “Entahlah... apakah kontraktornya masih punya niat baik atau tidak untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan jalan tersebut”, ujar Barlin.
Dikatakan, pada tahun 2016 awal memang kontraktornya sudah akan memeperbaiki kerusakan yang ada hingga dilakukan pengupasan pada bagian badan jalan yang rusak.Tetapi setelah di kupas kontraktornya belum menutup juga kembali (menampal sulam) badan jalan tersebut sehingga badan jalannya menjadi berlubang karena bekas galian.
Sementara berdasarkan keterangan masyarakat desa disepanjang jalan tersebut sangat menyayangkan badan jalan yang baru selesai tersebut rusak. Padahal belum setahun masyarakat menikmati mulusnya jalan Padang Serai-Pasar Ngalam. "Sayang sekali, jalanya baru di bangun sudah rusak, padahal kami senang adanya pembangunan jalan di daerah ini’, kata ibu paruh baya kesal.
BENGKULU - Proyek Jalan hotmix Padang Serai-Pasar Ngalam tahun anggaran 2015 lalu melalui Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Bengkulu dengan nilai kontrak Rp.3.838.000.000 yang dilaksanakan oleh PT. PIEU PUTRA AGUNG selaku pemenang lelang, kondisinya rusak parah diduga dalam pelaksanaanya terkesan amburadul.
Dari Hasi pantauan dilapangan beberapa pekan lalu, proyek jalan hotmik tersebut merupakan Paket Pemeliharaan berkala yang bersumber dari dana Alokasi Khusus dan APBD (DAK-APBD) Tahun 2015. Dan dalam pelaksanaanya terkesan amburadul dilihat dari kondisi dilapangan badan jalan sudah hancur dan berlubang.
Sementara itu Barlin.ST selaku Pejabat Penanggungjawab Tehknis Kegiatan Saat di konfirmasi wartawan tabloid ini di ruang kerjanya membenarkan adanya kerusakan pada badan jalan yang dilaksanakanya tahun lalu dan tetap akan memperbaikinya. “Kita akan tetap perbaiki dengan masa pemeliharaan yang ada” , kata Barlin.
Menurut Barlin, bahwa dirinya sudah beberapa kali menyurati pihak kontraktor untuk segera memperbaikinya, bahkan sudah enam kali dirinya mengirimkan surat teguran untuk perbaikan.Tetapi memang kontraktornya sulit sekali untuk dihubungi, sementara kita sangat sekali membutuhkan kontraktor pelaksana untuk perbaikan.
Lanjut Barlin, bukan itu saja dirinya sudah beberpa kali menghubungi kontraktor via Handphone tetap saja HP kontraktornya tidak bisa di hubungi lagi. “Entahlah... apakah kontraktornya masih punya niat baik atau tidak untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan jalan tersebut”, ujar Barlin.
Dikatakan, pada tahun 2016 awal memang kontraktornya sudah akan memeperbaiki kerusakan yang ada hingga dilakukan pengupasan pada bagian badan jalan yang rusak.Tetapi setelah di kupas kontraktornya belum menutup juga kembali (menampal sulam) badan jalan tersebut sehingga badan jalannya menjadi berlubang karena bekas galian.
Sementara berdasarkan keterangan masyarakat desa disepanjang jalan tersebut sangat menyayangkan badan jalan yang baru selesai tersebut rusak. Padahal belum setahun masyarakat menikmati mulusnya jalan Padang Serai-Pasar Ngalam. "Sayang sekali, jalanya baru di bangun sudah rusak, padahal kami senang adanya pembangunan jalan di daerah ini’, kata ibu paruh baya kesal.
Komentar
Posting Komentar