SD Negeri 01,Wonokerto Kulon Berbenah Orientasikan Diri Jadi Sekolah Lingkungan Wisata


PEKALONGAN - Keberhasilan Sekolah ,khususnya untuk Sekolah Dasar terkadang membutuhkan campur tangan ide kreatifitas dan inovasi dari Kepala Sekolahnya. Hal ini akan sangat terasa di mana kondisi oleh faktor alam sebagai penyebab utama.

         Hal demikian yang di rasakan oleh kondisional SDN 01 Wonokerto Kulon Kab. Pekalongan. Dengan letak di pesisir pantai, laut pantai utara Jawa Tengah ini, acap kali lingkungan sekolah selalu di genangi dengan banjir dan rob dari laut. Hal ini sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi warga masyarakat sekitar, terutama bagi siswa-siswi pelajar dan pengajar di sekolah tersebut.

       Atas dasar tuntutan serta kesadaran sebagai Kepala sekolah yang harus memajukan anak didiknya tersebut, menjadi tantangan tambahan bagi Phulkoni, SPd untuk bisa mengatasi pengaruh kondisi alam yang ada. Banyak hal-hal yang harus dia lakukan untuk membenahi lingkungan agar menjadi kawasan yang lebih baik,nyaman untuk proses belajar mengajar di sekolah yang dia ampu. "Kita tidak bisa merubah kondisi lingkungan, apabila alam sebagai faktor penyebabnya. Kita hanya bisa mencoba untuk mensiasati dan mencari solusi alternatifnya saja," terangnya.

         Maka di dapatkan ide gagasan untuk memanfaatkan kondisi genangan air rob yang ada,menjadi nilai plus dan daya pikat tersendiri bagi keistimewaan sekolah. "Saya sudah berkonsultasi dengan pihak komite dan UPTD Dindik setempat, bahwa lingkungan yang di genangi oleh air rob tersebut, akan saya kembangkan menjadi suatu lokasi semi pariwisata. Lahan lingkungan yang banyak di genangi rob tersebut, akan kita bangun menjadi kolam pemancingan dengan ornamen-ornamen pendukung lainnya." jelasnya saat di wawancarai wartawan.
        Pemanfaatan lahan sekolah yang di maksud,yaitu dengan pembangunan lahan pembibitan ikan air payau, "Kami sudah bekerja sama dengan salah satu warga, yang juga menjadi anggota komite sekolah, untuk di tanami ikan semisal ikan Bawal salah satunya." urai Phulkoni,SPd. Di satu sisi, Dana Alokasi Khusus SD yang ada saat ini, tidak memungkinkan bagi bantuan bagi pembangunan fisik untuk mengatasi masalah yang ada selama ini. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ada, tidak ada yang di khususkan penyaluran bantuannya untuk mengatasi lingkungan yang di alami sekolah kami. Justru dengan ide inovasi seperti inilah, semoga menjadi nilai plus bagi sekolah kami yang memang sedang mencari dan menerima siswa- siswi di tahun ajaran baru nanti." tandasnya lebih lanjut.

          Dalam kaitannya dengan menarik siswa-siswi baru tahun ajaran baru tahun 2016-2017 nanti, SDN 01 Wonokerto Kulon juga sudah menambah beberapa macam kegiatan eskul, semisal dengan Pencak silat, karate, drumband, kesenian daerah, kepramukaan, Dokter kecil dan lainnya. "Kita adakan untuk lebih memfasilitasi bagi bakat dan potensi siswa-siswi kami menuju prestasi yang maksimal," tegasnya mengakhiri pembicaraan.

            Apapun yang sedangf digiatkan sebagai alasan alternatif dalam pengembangan lingkungan sekolah, selama tidak menyalahi aturan yang berlaku dan mengganggu dari proses belajar mengajar di lingkungan sekolah, perlu di dukung dan menjadi perhatian bagi semua pihak-pihak yang perduli dengan dunia pendidikan. Ide-ide inovasi tertuju terhadap sekolah, semata-mata untuk pengaplikasian kepada proses belajar mengajar yang sudah di amanahkan dalam pasal 31 UUD 1945. Dengan adanya dukungan komite sekolah, Dindikpora Kab. Pekalongan serta pihak-pihak terkait lainnya, agar terealisasikan ide kreatifitas dan inovasi dari SDN 01 Wonokerto kulon, Kab.Pekalongan serta Pulkhoni, SPd selaku Kepala Sekolah,akan menjadi salah satu aset badi Dindik kab.Pekalonghan juga pada akhirnya.  (annas.mm/ali rosidi)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Lagi Terduga Teroris di Solo Digeledah Rumahnya oleh Densus 88

Seni Tari SDN Mintaragen 1 Raih Juara Tingkat Karesidenan

OKNUM PEGAWAI DINAS CATATAN SIPIL SALING LEMPAR TANGGAN