RUMAH KEPALA DUSUN MINIATUR RUMAH ADAT BANJARMASIN


        ASAHAN - Unik, demikian sebahagian masyarakat desa tanjung alam kecamatan sei dadap melihat sebuah rumah terletak di jalan besar tanjung alam yang dimiliki oleh bapak suparno yang kesehariannya adalah kepala dusun III. Tampak terlihat rumah tempat tinggal itu kental dengan rumah adat banjarmasin berwarna coklat tua, memiliki anjungan, beratapkan seng yang sewarna dengan dinding, joglo, dan yang menonjol tangga masuk rumah yang menjadi ciri khas serta relif dan potongan-potongan kayu seakan menandakan kokohnya rumah adat banjarmasin itu berdiri.
          Beberapa waktu yang lalu penulis/Wartawan berkunjung kerumah beliau setelah finising bangunan dan syukuran masuk rumah baru yang seperti biasanya dilakukan oleh banyak orang di asahan, pada kesempatan penuh bahagia beliau menceritakan keunikan bangunan rumah tersebut dimana bangunan berdiri diatas tanah ukuran 16x20 m dan bangunan 9x7m. Keseluruhan Bangunan baik dinding, lantai dan penopang memakai kayu raja (kayu tualang) yang saat ini sangat sulit diperoleh dan kemungkinan harganya cukup mahal, akan tetapi bapak suparno pada awalnya memiliki ide untuk mendapatkan bahan kayu tersebut diambil dari sungai silau dalam bentuk glondongan bekas dari kayu-kayu yang hanyut beberapa puluh tahun yang lalu sudah berada dipinggiran sungai.
          Cukup lama sekali untuk mengumpulkan kayu yang sebegitu banyaknya untuk dijadikan sebuah rumah dengan taksiran ±15 ton ditambah kayu-kayu penunjang lainnya, waktu pembangunan rumah apabila dibandingkan dengan membangunan rumah beton bisa dikatakan lama hampir 1 Tahun menyelesaikannya beliau tidak kejar tayang untuk buru-buru menempatinya karena penulis/Wartawan anggap beliau memiliki jiwa seni yang tinggi untuk sebuah karya nyata.
           Pak Parno demikian sapaannya sehari-hari, memiliki seorang istri bernama suwiyah dan dari pernikahannya dikaruniai 3 orang anak 2 laki-laki dan 1 orang perempuan, dari sisi keunikan rumah yang saat ini ditempati mereka istri dan anak-anaknya sangat mengagumi rumah ini karena apabila memasuki rumah memberikan suasana batin yang damai, dingin, asri dan tenang, hal inilah yang menjadi semangat pak parno untuk membulatkan tekad menyelesaikan rumah sampai pada akhirnya.
          Terkadang perasaan duka cita yang sangat mendalam menghampiri saya ‘tekan beliau kepada penulis/Wartawan’ disaat sendiri duduk termenung disalah satu siku bangunan ditemani suasana malam yang dingin terkenang kepada leluhur-leluhur yang telah tiada terutama kedua orang tua saya yang telah dipanggil Allah SWT beberapa tahun yang lalu, ingin rasanya mempersembahkan dan memperlihatkan rumah ini kepada mereka sebagai wujud cita-cita orang tua yang pernah disampaikan mereka kepada saya diwaktu kecil sebagai anak dari suku banjar.
          Ada yang menarik dari yang telah diceritakan bahwa pak parno dilahirkan oleh kedua orang tua bersuku banjar sementara nama suparno kebanyakan bersuku jawa, nah ini lah yang menjadi pertanyaan penulis/Wartawan, pak parno menerangkan dulunya kata orang tua saya diberi nama Husni Thamrin akan tetapi entah bagaimana saya diangkatkan kepada orang jawa yang sekaligus merupakan ibu angkat yang menolong saya waktu ibu saya bersalin, sampai dengan sekarang kisah itu menjadi ingatan tersendiri bagi saya.  
          Rumah miniatur etnis banjar yang dibangun ini juga memiliki histori tersendiri seperti halnya terdiri dari Laras 3 buah, anak tangga 3 maknanya menyesuaikan dengan kehidupan saya yang memilki anak 3 sebagai Kadus 3 dan bertempat tinggal di dusun 3 sehingga angka 3 mempunyai nilai tersendiri, harapan pak parno disampaikan kepada penulis yang juga sebagai camat sei dadap rumah yang ditempat tinggali saat ini mudah-mudahan menjadi inspirasi masyarakat sei dadap dan masyarakat luas untuk dapat membuat pilihan bentuk rumah yang mengadopsi rumah-rumah adat karena unik dan bisa merasakan suasana yang tenang dan berbeda dari yang lainnya, dan juga rumah etnis banjar yang ada ini bisa menjadi rumah bagi semua suku yang ada di Kabupaten Asahan. (sugenk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Lagi Terduga Teroris di Solo Digeledah Rumahnya oleh Densus 88

Seni Tari SDN Mintaragen 1 Raih Juara Tingkat Karesidenan

Bupati Bangga RSUD Dr.Iskak Tulungagung jadi Study Referensi Pelayanan Kesehatan