Pendemo Minta Hentikan Politisasi Pendamping Desa


Sekitar ratusan pendemo yang mengaku sebagai pendamping desa, melakukan unjuk rasa Senin. Dalam rilisnya menyatakan sikap agar pemerintah menghentikan politisasi dana desa dan politisasi pendamping desa.
           Unjuk rasa di depan bundaran air mancur menuju di depan kantor DPRD Provinsi Jambi aksi ini merupakan wujud protes dari eks PNPM-MPD pendamping desa yang merasa didiskriminasi jika mengikuti tes ulang untuk menjadi pendamping desa,
          Massa eks PNPM yang masa kontraknya  habis pada 31 Mei 2016 ini mengaku menjadi korban diskriminasi. Masa mengaku kecewa atas surat edaran Menteri PDTT yang mengharuskan mereka ikut tes seleksi karena tak sesuai dengan aturan awal, “atas dasar ini bahwa dikotomi antara pendamping desa eks PNPM-MPd”, kata orator aksi.
          Masa berharap ada perlakuan yang sama dengan pendamping desa yang terseleksi di tahun 2015. Ada pun masa kontraknya akan habis 31 Mei 2016 mendatang, masa menuntutut perpanjagan kontrak. “Kkami minta DPRD dan DPR RI untuk melakukan ivestigasi menyeluruh terkait kinerja kemendesa dalam hal implementasi undang-undang desa”, ujar orator aksi.
          Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan dikawal personel Sabara dari Polrersta Jambi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Lagi Terduga Teroris di Solo Digeledah Rumahnya oleh Densus 88

Seni Tari SDN Mintaragen 1 Raih Juara Tingkat Karesidenan

OKNUM PEGAWAI DINAS CATATAN SIPIL SALING LEMPAR TANGGAN