Pengerjaan Jalan Arau Bintang Diduga Belum Sesuai Spek
BENGKULU - Pengerjaan Proyek Jalan Arau Bintang yang di Anggaran tahun 2015 lalu melalui Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Bengkulu yang dikerjakan CV Latif Mulya dengan nilai Kontrak yang mencapai Rp.2.271.672.000 diduga dalam pelaksanaanya belum sesuai spek. Hal ini jika dilihat dari kondisi badan jalan yang baru selesaai dikerjakan itu sudah rusak. Sedangkan proyek jalan tersebut baru selesai dikerjakan.
Sementara itu Pejabat Penanggungjawab Tehknis Kegiatan, Rahim, ST saat dihubungi di ruang kerjanya (02/05) membantah jika dalam proses pengerjan jalan Arau Bintang tidak sesuai speknya. Menurut Rahim kepada Prestasi, kerusakan jalan tersebut itu di akibatkan karena angkutan yang melalui jalan tersebut melebihi tonsenya.
Rahim mengatakan, daerah Arau Bintang merupakan daerah perkebunan sawit yang apabila masyarakat menjual hasil panennya, muatan yang mengangkut buah sawit tersebut mencapai 10 hingga 12 ton dalam satu truk angkutan sawit. Sementara kapasitas jalan yang kita bangun hanya mampu manahan beban yang bermuatan 8 ton saja. Jadi dengan muatan angkutan masyarakat yang melebihi tonasenya akan membuat jalan cepat hancur.
Kata Rahim, bukan itu saja pengerjaan jalan Arau Bintang sudah kita lakukan semaksimal mungkin, dan soal kerusakan, kita akan menyurati rekanan Kontraktor Pelaksana untuk segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan tersebut.karena masih tanggung jawab kontraktor pelaksana untuk memperbaikinya dan itu harus diperbaiki.
Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan beberapa waktu lalu, kondisi badan jalan Arau Bintang masih terlihat parah dan belum ada perbaikan sama sekali. Sementara Rahim selaku PPTK mengatakan, dalam pengerjaan proyek jalan tersebut sudah melakukan perbaikan. "Kami sudah melakukan perbaikan sekali terhadap kerusakan jalan tersebut", ujarnya.
Terlepas diperbaiki atau tidak kondisi proyek jalan Arau Bintang yang dikerjakan CV. Latif Mulya beberapa bulan lalu yang menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut sangat memperihatinkan. Hampir sepanjang 1,2 KM jalan tersebut kondisi lapisan atas badan jalan mengelupas dan rusak yang diduga dalam pelaksanaanya belum sesuai spek tehknisnya.
Dan menanggapi masa pemeliharaanya, Rahim mengatakan masa pemeliharaanya sudah habis akan tetapi perbaikan tetap tanggung jawab kontraktor. “Apa lagi kontraktor pelaksananya masih punya niat baik untuk memperbaikinya”, katanya menambahkan.
Pertanyaanya kapan kerusakan jalan yang baru selesai dikerjakan dan menghabiskan
milyaran rupiah tersebut akan diperbaiki ?
Komentar
Posting Komentar