Bupati Dan Wabub Trenggalek Temukan Pembuangan Limbah Sembarangan

Bupati Dr Emil Elestianto Dardak dan Wakilnya H Moch. Nur Arifin
TRENGGALEK - Bupati dan Wabup Trenggaalek, mendapati limbah tapioka dan kotoran ayam yang dibuang sembarangan di lokasi akses jalan Rejowinangun pada Minggu. Limbah itu diperkirakan sudah lama meresahkan warga.
Menurut Mustakim, Kades Rejowinangun, pembuangan limbah sentra tepung tapioca tersebut telah berlangsung cukup lama. Meskipun mereka telah membuat kolam penampungan, limbah tersebut tetap meluap di lahan warga. Pasalnya kapasitas kolam penampungan mereka tidak mencukupi untuk menampung limbah tersebut. karena produksi yang cukup besar dan dilakukan mulai dari pagi hari hingga malam hari.
Selain baunya yang menyengat limbah tapioka ini juga diklaim merusak tanaman warga. Pasalnya pohon bisa mati bila teraliri limbah ini. Harapan mastyarakat permasalahan ini semoga bisa segera terselesaikan, sehingga mereka tidak terganggu lagi dengan aktivitas sentra tapioka tersebut.
Bupati Dr Emil Elestianto Dardak dan Wakilnya H Moch. Nur Arifin merasa sangat prihatin melihat langsung pembuangan limbah tepung tapioka yang dilakukan sembarangan di lahan masyarakat. Meskipun merupakan sentra perekonomian masyarakat Pogalan aktivitaspasca produksi mereka tidak bisa serta merta langsung dibuang begitu saja.
Harus ada perlakukan pengolahan terlebih dahulu, sampai dengan air limbah tersebut bisa dubuang keluar. Sehingga tidak menggangu masyarakat lain dan tidak merusak lingkungan.
Sempat ditanyakan kepada masyarakat seperti apa paktek-praktek dilapangan yang telah dilakukan industry tersebut selama ini. Ternyata mereka survive secara mandiri, sendiri-sendiri. Sehingga dirasa perlunya pemerintah untuk mendalami lebih jauh.
Apakah aktivitas ini memang perlu adanya kesadaran oleh pelaku usaha, ataukah mungkin pemerintah yang harus hadir dan turun tangan. Hal inilah yang perlu untuk dilakukan investigasi lebih dalam lagi oleh pemerintah, tegas bupati.
Wabup menambahkan, mungkin kita perlu membantu teknik untuk mengolah limbah ini sebelum dialirkan keluar. Karena adanya beberapa pengaduan tanaman mereka bisa mati ketika dialiri oleh limbah ini. Hal ini menjadi permasalahan serius untuk segera ditanggapi sehingga kerusakan lingkungan tidak semakin parah.
Tambah wabup, ternyata sebelumnya pernah terjadi friksi-friksi, sehingga dirinya meminta kepada desa dan camat untuk membuat surat pengaduan tertulis, sehingga bisa untuk ditindak lanjuti sesuai amanat bupati, tandasnya. Sehingga permasalahan ini tidak menjadi berlarut-larut. (sony)
mas ini berita waktu kapan ya ? makasih
BalasHapus